• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

PROYEKSI PIKTORIAL

Proyeksi piktorial adalah cara menampilkan gambar benda yang mendekati bentuk dan ukuran sebenarnya secara tiga dimensi, dengan pandangan tunggal. Gambar piktorial disebut juga gambar ilustrasi, tetapi tidak semua gambar ilustrasi termasuk gambar piktorial. Dari contoh berikut dapat dibedakan gambar ilustrasi teknik jenis piktorial dan yang bukan piktorial.

Gambar Proyeksi Piktorial

Gambar Proyeksi Non Piktorial

1.        Proyeksi Aksonometri

Proyeksi aksonometri merupakan salah satu jenis proyeksi piktorial. Proyeksi ini merupakan proyeksi gambar dimana bidang-bidang atau tepi benda dimiringkan terhadap bidang proyeksi, maka tiga muka dari benda tersebut akan terlihat serentak dan memberikan gambaran bentuk benda seperti sebenarnya.

Gambar Proyeksi Aksonometri

Gambar Perbandingan Jenis Proyeksi Piktorial

2.        Proyeksi Isometri

Proyeksi isometri menyajikan benda dengan tepat, karena panjang garis pada sumbu-sumbunya menggambarkan panjang sebenarnya. Cara menggambarnya sangat sederhana karena tidak ada ukuran-ukuran benda yang mengalami skala perpendekan. Gambar menampilkan kedudukan sumbu-sumbu isometri, yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan dan hasil yang akan memberikan kesan gambar paling jelas.

Gambar Proyeksi Isometrik

3.        Proyeksi Dimetri

Proyeksi dimetri merupakan penyempurnaan dari gambar isometri, dimana garis-garis yang tumpang-tindih yang terdapat pada gambar  isometri, pada gambar dimetri tidak kelihatan lagi.

Gambar Proyeksi Dimetri

4.        Proyeksi Trimetri

Proyeksi trimetri merupakan proyeksi yang berpatokan kepada besarnya sudut antara sumbu-sumbu (x,y,z) dan panjang garis sumbu- sumbu tersebut. Sudut proyeksi trimetri adalah 20° untuk alfa dan 30° untuk beta atau 10° untuk alfa dan 20° untuk beta.

Gambar Proyeksi Trimetri

5.        Proyeksi Miring (Oblique)

Proyeksi miring merupakan proyeksi gambar dimana garis-garis proyeksi tidak tegak lurus bidang proyeksi, tetapi membentuk sudut sembarang (miring). Permukaan depan dari benda pada proyeksi ditempatkan dengan bidang kerja proyeksi sehingga bentuk permukaan depan tergambar seperti sebenarnya.

Gambar Proyeksi Miring

Jika kedalaman benda sama dengan panjang sebenarnya disebut proyeksi miring cavalier, sedangkan untuk panjang kedalaman yang diperpendek disebut dengan proyeksi miring cabinet. Gambar oblique biasanya dimulai dengan 3 basis sumbu yaitu 0°, 45° dan 90°.

6.        Proyeksi Perspektif

Proyeksi perspektif merupakan proyeksi piktorial yang terbaik kesan visualnya, tetapi cara penggambarannya sangat sulit dan rumit, apalagi untuk menggambar bagian-bagian yang rumit dan kecil. Pada proyeksi perspektif garis-garis pandangan (garis proyeksi) di pusatkan pada satu atau beberapa titik. Titik tersebut dianggap sebagai mata pengamat. Bayangan yang terbentuk pada bidang proyeksi disebut dengan gambar perspektif. Dalam gambar teknik, gambar perspektif jarang dipakai. Gambar perspektif dibagi menjadi tiga macam, yaitu :

a.         Perspektif dengan satu titik hilang 

b.         Perspektif dengan dua titik hilang 

c.         Perspektif dengan tiga titik hilang


Contoh :


Gambar Perspektif dengan Satu Titik Hilang


Gambar Proyeksi perspektif Dua Titik Hilang


Share:

MENGENAL PROYEKSI

Untuk bisa membaca gambar, maka terlebih dahulu anda harus memahami informasi yang terdapat pada gambar tersebut. Untuk bisa memahami informasi dari sebuah gambar, antara designer (perancang gambar), drafter (juru gambar) dan operator (pengguna gambar) harus mempunyai konsep yang sama sehingga informasi gambar yang dimaksudkan tidak terjadi salah pengertian di antara ketiga orang tersebut. Untuk itu designer, drafter dan operator harus memahami, simbol, ukuran dan skala gambar yang telah distandarkan. Cara yang lain dapat dilakukan untuk bisa membaca gambar adalah dengan memahami jenis proyeksi dari gambar tersebut.

Proyeksi adalah gambar dari benda nyata atau khayalan, yang dilukiskan menurut garis-garis pandangan pengamat pada suatu bidang datar/ bidang gambar. Proyeksi juga berfungsi untuk menyatakan wujud benda dalam bentuk gambar yang diperlukan. Proyeksi dikelompokkan atas 2 klasifikasi yaitu proyeksi piktorial dan proyeksi ortogonal.


o   JENIS-JENIS PROYEKSI

1.        Proyeksi Ortogonal

Proyeksi ortogonal adalah gambar proyeksi yang bidang proyeksinya mempunyai sudut tegak lurus terhadap proyektornya. Proyektor adalah garis-garis yang memproyeksikan benda terhadap bidang proyeksi. Contoh-contoh proyeksi ortogonal dapat dilihat pada gambar dibawah ini.


Gambar Proyeksi Ortogonal

a.    Proyeksi ortogonal dari sebuah titik

Proyeksi orthogonal sebuah titik

b.       Proyeksi ortogonal dari sebuah garis

Proyeksi orthogonal sebuah garis

c.        Proyeksi ortogonal dari sebuah bidang

d.       Ortogonal dari sebuah benda

Proyeksi orthogonal sebuah benda

2.       Proyeksi Pandangan

Proyeksi Eropa dan Amerika merupakan proyeksi yang digunakan untuk memproyeksikan pandangan dari sebuah gambar tiga dimensi terhadap bidang dua dimensi.

a.   Proyeksi Eropa 

Eropa disebut juga proyeksi sudut pertama, juga ada yang menyebutkan proyeksi kuadran I, perbedaan sebutan ini tergantung dari masing pengarang buku yang menjadi refrensi.Dapat dikatakan bahwa Proyeksi Eropa ini merupakan proyeksi yang letak bidangnya terbalik dengan arah pandangannya.

Proyeksi Eropa termasuk kedalam jenis proyeksi ortogonal, disebut juga proyeksi sudut pertama atau proyeksi kwadran I. Proyeksi Eropa merupakan proyeksi yang letaknya terbalik dengan arah pandangnya. Coba kita perhatikan kembali gambar dibawah ini, dengan model yang sama kita proyeksikan gambar tersebut kedalam proyeksi Eropa.

b.   Proyeksi Amerika 

Proyeksi Amerika dikatakan juga proyeksi sudut ketiga dan juga ada yang menyebutkan proyeksi kuadran III. Proyekasi Amerika merupakan proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah pandangannya.

Proyeksi Amerika disebut juga proyeksi sudut ketiga atau proyeksi kwadran III, perbedaan istilah ini tergantung dari masing-masing pengarang yang menjadi refernsi. Proyekasi Amerika merupakan proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah pandangannya. Coba perhatikan gambar di bawah ini.

3.       Simbol Proyeksi

Untuk membedakan proyeksi Eropa dan proyeksi Amerika, perlu diberi lambang proyeksi. Dalam standar ISO (ISO/DIS 128), telah ditepkan bahwa cara kedua proyeksi boleh dipergunakan. Sedangkan untuk keseragaman ISO, gambar sebaiknya digambar menurut proyeksi Eropa (Kuadran I atau dikenal dengan proyeksi sudut pertama).

Dalam sebuah gambar tidak diperkenankan terdapat gambar dengan menggunakan kedua proyeksi secara bersamaan.Simbol proyeksi ditempatkan disisi kanan bawah kertas gambar.Simbol/lambang proyeksi tersebut adalah sebuah kerucut terpancung.



Share:

HURUF, ANGKA, DAN ETIKET GAMBAR TEKNIK


Lembaga yang membuat standar penyajian gambar teknik skala internasional adalah ISO. Ada beberapa hal yang distandarisasi dalam gambar teknik, antara lain:


o   Huruf Dan Angka

Huruf dan angka yang disajikan dalam gambar teknik, harus memenuhi persyaratan berikut ini:

a. Jelas, artinya huruf harus bisa dipahami dan dibaca oleh semua orang

b. Seragam, ketebalan garis nya, jarak antar huruf, jenis huruf dll

c. Dapat dibuat microfilm/direproduksi

Ada 2 jenis huruf yang sesuai dengan standar, yaitu: huruf tegak dan miring. Huruf yang miring memiliki kemiringan 75 derajat. Untuk membuat huruf dan angka sesuai standar, maka anda dapat mengacu pada tabel dibawah ini.


o   Jenis Huruf Dan Angka

Huruf pada gambar teknik dibuat dengan 2 cara, yaitu dibuat TEGAK LURUS dan MIRING. sebagaimana diperlihatkan pada gambar dibawah ini.

Gambar sebelah kanan menunjukan tipe huruf yang tegak lurus, sedangkan sebelah kiri menunjukan tipe huruf miring. dimana kemiringan yang standar adalah sebesar 75 derajat.

o   Ukuran Huruf Dan Angka

Ukuran huruf dan angka pada gambar teknik juga diatur, sehingga menghasilkan angka dan huruf yang proporsional. Aturan penggunaan ukuran huruf dan angka dapat dilihat pada tabel dibawah ini



Tabel diatas menunjukan perbandingan dari sifat huruf dan angka. Simbol h menunjukan tinggi huruf. Ukuran huruf dan angka mempunyai ketentuan menurut standar ISO yaitu type A dan B. Antara type A dan type B perbedaan yang mencolok adalah dari ketebalan garisnya. 
Contoh :

Jika kita menentukan tinggi huruf (h) = 3 cm maka:

Tinggi huruf kecil      :

Tipe A                         = (10/14)h = (10/14)*3 = 2,14 cm

Tipe B                         = (7/10)h  = ( 7/10)*3 = 2,1 cm

Jarak antar huruf      :

Tipe A                         = (2/14)h = (2/14)*3 = 0,43 cm

Tipe B                         =(2/10)h= (2/10)*3 =  0,6 cm

Tebal Huruf               :

Tipe A                         = (1/14)*h  =(1/14)*3  =0,21 cm

Tipe B                         = (1/10)*h = (1/10)*3 = 0,3 cm


o   Etiket

Selain huruf dan angka, etiket juga distandarisasi. Etiket adalah kepala gambar. Etiket berisi informasi tambahan yang ingin disampaikan juru gambar kepada pembaca. Informasi/konten yang ada pada etiket, antara lain:

-) Nama orang yang menggambar

-) Nama orang yang memeriksa dan melihat

-) Tanggal selesainya gambar

-) Tanggal diperiksa gambar

-) Nama gambar / benda yang digambar

-) Nomor gambar

-) Ukuran kertas yang dipakai

-) Nama instansi : perusahaan/sekolah/organisasi

-) Skala

-) Satuan ukuran

-) Keterangan tambahan

Setiap gambar wajib disertai dengan kepala gambar, sehingga gambar teknik yang dibuat dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif dan efisien. Berikut adalah contoh etiket yang sesuai standar:




Keterangan :

Ukuran pada gambar etiket diatas adalah dalam satuan milimeter (mm) berdasarkan angka pada

tabel, maka di dalam tabel harus menunjukan informasi berupa:

-) Metode proyeksi yang digunakan. Apakah tipe eropa atau amerika, dibuat simbol proyeksinya

-) Nama Instansi/perusahaan/sekolah

-) Nama Gambar Benda

-) Keterangan tambahan yang ingin disampaikan penggambar

-) Nomor Gambar

-) Ukuran Kertas

-) Skala

-) Satuan Ukuran

-) Tanggal gambar dibuat

-) Nama penggambar

-) Identitas kelas yang menggambar (jika di sekolah), dilihat oleh siapa (jika di perusahaan)

-) Nama pemeriksa. Atasan (jika di perusahaan), guru (jika disekolah) 


o   Posisi Etiket

Etiket harus dibuat disebelah kanan pojok kertas gambar sebagaimana diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

o   Skala

Skala merupakan perbandingan ukuran antar objek pada gambar dengan ukuran benda sebenarnya. Skala dikelompokkan menjadi: skala sebenarnya, skala diperbesar dan skala diperkecil. Bilangan skala yang direkomendasikan untuk digunakan pada gambar teknik adalah: 1, 2, 5 dan 10.

Tabel Skala pada gambar teknik

Kategori

Skala yang direkomendasikan

Skala perbesaran

50: 1

20: 1

10: 1

5: 1

2: 1

 

Ukuran sebenarnya

 

1: 1

 

 

Skala pengecilan

1: 2

1: 5

1: 10

1: 20

1: 50

1: 100

1: 200

1: 500

1: 1000

1: 2000

1: 5000

1: 10000

Ketentuan penunjukan skala pada gambar teknik adalah:

a)       Penggunaan tanda skala terdiri dari kata “SKALA” diikuti oleh rasio.

b)       Kata “SKALA” dapat dihilangkan selama tidak terjadi kesalahpahaman.

c)        Skala yang digunakan dicantumkan pada etiket.

d)   Jika menggunakan lebih dari satu skala pada satu gambar, hanya skala utama saja yang ditunjukkan pada etiket.

   Skala lainnya ditetapkan berdekatan dengan gambar bagian atau huruf yang menunjukkan detail gambar.


Share:

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.